Kamis, 30 Juni 2016

Psikologi Humanistik

Softskill
Nama      :  Dicky Noviandi R
Kelas      :  3PA06
Npm       :  12513423

     Sejarah
Istilah psikologi humanistik (Humanistic Psychology) diperkenalkan oleh sekelompok ahli psikologi yang pada awal tahun 1960-an bekerja sama di bawah kepemimpinan Abraham Maslow dalam mencari alternatif dari dua teori yang sangat berpengaruh atas pemikiran intelektual dalam psikologi. Kedua teori yang dimaksud adalah psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menyebut psikologi humanistik sebagai “kekuatan ketiga” (a third force).
Terapi eksistensial berpacu pada bahwa manusia tidak bisa lepas dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab berkaitan. Dalam penerapan-penerapan eksistensial humanistik mengutamakan pada filosofis yang melandasi terapi. Pendekatan atau teori eksistensial humanistik yang menyajikan suatu landasan filosofis bagi orang berhubungan dengan sesame, kebutuhan yang unik dan menjadi tujuan konselingnya.
Pendekatan ini menekankan pada beberapa titik perhatian yaitu, perasaan (emosi pribadi dan apresiasi estetik), hubungan sosial (menganjurkan pada persahabatan dan kerjasama, serta bertanggung jawab), intelek, dan aktualisasi diri. Tokoh dalam psikologi humanistik ini adalah Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Arthur Combs. Dalam pendekatan humanistik memusatkan perhatian pada manusia bahwa manusia “contains the potentialities for healthy and creative growth”. Dalam person centered pandangan ahli terapi klien bersifat positif, yaitu manusia memiliki potensi untuk aktualisasi diri, sehingga suasana yang nyaman dan “hadir” bersama klien perlu diciptakan. Dalam keadaan ketika klien merasakan “being accepted, being understood, being respected”, maka klien akan mampu memunculkan kemampuan mengatasi masalah perilakunya serta mampu pula mengaktualisasi dirinya.

Konsep
Konsep-konsep utama Humanistik-eksistensial therapy adalah sebagai berikut :
-   Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, dimana suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berfikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.

-   Kebebasan, tanggung jawab, dan kecemasan
Kesadaran atas kebebasan dan tanggung jawan bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia.
-  Penciptaan makna
Manusia itu unik, mereka berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberi makna bagi kehidupannya. Kegagalan dalam menciptakan hubungan yang bermakna akan menimbulkan kondisi isolasi, depersonalisasi, alinesi, dan kesepian. Untuk itu manusia harus mengaktualisasi diri dengan mengungkapkan potensi-potensi manusiawinya.
Contoh kasus :
Leon seorang mahasiswa, mungkin melihat dirinya sebagai dokter masa depan, tetapi  nilainya yang dikeluarkan dari sekolah kedokteran ternyata dibawah rata-rata. Perbedaan antara dengan apa Leon melihat dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin melihat dia (ideal konsep diri) dan realitas kinerja akademis yang buruk dapat menyebabkan kegelisahan dan kerentanan pribadi, yang dapat memberikan motivasi yang diperlukan untuk masuk terapi. Leon harus melihat bahwa ada masalah atau tidak pada dirinya. Leon pesimis untuk menghadapai penyesuaian psikologis untuk mengeksplorasi perubahan dirinya. Konseling berlangsung, klien dapat mengeksplorasi lebih luas keyakinannya dan perasaan (Rogers, 1967). Mereka dapat mengekspresikan ketakutan mereka, rasa bersalah kecemasan, malu, kebencian, kemarahan, dan lain sebagainya. emosi telah dianggap terlalu negatif untuk menerima dan memasukkan ke dalam diri mereka. Dengan terapi, orang disortir kurang dan pindah ke penerimaan yang lebih besar dan integrasi perasaan yang saling bertentangan dan membingungkan. Mereka semakin menemukan aspek dalam diri mereka yang telah disimpan tersembunyi.
Sebagai klien merasa dimengerti dan diterima, mereka menjadi kurang defensif dan menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman mereka. Karena mereka merasa lebih aman dan kurang rentan, mereka menjadi lebih realistis, menganggap orang lain dengan akurasi yang lebih besar, dan menjadi lebih mampu untuk memahami dan menerima orang lain. Individu dalam terapi datang untuk menghargai diri mereka lebih seperti mereka, dan perilaku mereka menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dan kreativitas. Mereka menjadi kurang peduli tentang memenuhi harapan orang lain, dan dengan demikian mulai berperilaku dengan cara yang lebih benar untuk diri mereka sendiri. Mereka bergerak ke arah yang lebih berhubungan dengan apa yang mereka alami pada saat ini, kurang terikat oleh masa lalu, kurang ditentukan, lebih bebas untuk membuat keputusan, dan semakin percaya diri masuk untuk mengelola kehidupan mereka sendiri.
Dari contoh kasus Leon dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak percaya diri, dan ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif mengarahkan hidup mereka sendiri. Leon diarahkan supaya melihat kepotensian diri dia yang sebenarnya, terapi difokuskan ke saat yang sekarang agar Leon dapat melanjtukan hidupnya. Inti dari terapi ini adalah penggunaan pribadi terapi yang kapasitas untuk sadar akan dirinya, meningkatkan kesadaran diri yang memotivasi atau mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup individu itu (Baldwin, 1987). 


Senin, 11 Januari 2016

Psikologi Managemen (Softskill)

KELOMPOK SEMANGKA  :
1.      Amylia Arifin                   ( 10513806 )
2.      Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
3.      Hendra Setiawan              ( 14513020 )
4.      Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
5.      Widya Djaati                    ( 19513267 )

Kelompok kami akan mereview jurnal yang bertemakan Job Enrichment. Jurnal yang kami pilih : “Pengaruh Job Enrichment Terhadap Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Surabaya”. Link :  http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/16362/16354

Terima kasih :)

TUGAS REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAJEMEN
Jenis Penelitian     : Penelitian Kuantitatif dan Hubungan Kausal
Nama Penulis        : H.Teman Koesmono
Judul Jurnal          : Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja             Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah Di Jawa Timur                                            
A.    Latar Belakang
Salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini Adalah  penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat didayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang gerak lajunya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada saat ini mengharuskan berfikir secara seksama yaitu bagaimana dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal. Agar di masyarakat tersedia sumber daya manusia yang handal diperlukan pendidikan yang berkualitas, penyediaan berbagai fasilitas sosial, lapangan pekerjaan yang memadai. Kelemahan dalam penyediaan berbagai fasilitas tersebut akan menyebabkan keresahan sosial yang akan berdampak kepada keamanan masyarakat. Saat ini kemampuan sumber daya manusia masih rendah baik dilihat
dari kemampuan intelektualnya maupun keterampilan teknis yang dimilikinya.
maksimal.

B.     Metode
penelitian kuantitatif dan hubungan kausal.

C.    Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua  karyawan pada sub sektor industri pengolahan kayu skala menengah di jawa timur. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quota Sampling karena sudah diketahui jumlah karyawan dari lima perusahaan pengolahan kayu berskala menengah (Sesuai SK Dir BI, No.30/45/Kep/Dir/UK tgl.5 Januari 1997) dilima kota yaitu Surabaya, Gresik Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan. Sejumlah 382 orang karyawan pabrik yang dipakai sebagai obyek penelitian. Perusahaan yang dimaksud adalah:

1. Surabaya : PT.Efrata Indah dengan sampel 69 orang
2. Gresik: PT.Tulus Tritunggal dengan sampel 78 orang
3. Sidoarjo: PT.Rimba Prima Nusantara dengan sampel 91 orang
4. Mojokerto: PT.Wijaya Perkasa Indah dengan sampel 67 orang
5. Pasuruan: PT.Hasil Alam Indo Indah dengan sampel 77 orang

Ferdinand (2002: 33) penggunaan sampel dalam SEM minimal 100 orang

D.    Definisi Operasional Variabel

a.    Variabel Independent: Budaya organisasi
-           Budaya organisasi : adalah perekat sosial yang mengikat anggota organisasi
                     secara bersama-sama.
b.   Variabel Dependent: Motivasi, Kepuasan Kerja, Kinerja.
-           Motivasi adalah: kekuatan atau dorongan yang menyebabkan orang berperilaku
dengan cara tertentu.
-             Kepuasan kerja adalah : tingkat perasaan individu baik secara positif atau negatif
 aspek-aspek dalam pekerjaannya.
-            Kinerja : adalah prestasi karyawan dalam melaksanakan tugasnya.


E.     Teknik Analisis Data
Data dianalisis dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) program Analysis of Moment Structure (AMOS) Versi 5.0 (Ghozali : 2004) disertai dengan uji kesesuaian model(Goodness of Fit) pada persamaan struktural.

F.     Hasil Penelitian Dan Pembahasan
1. Uji Kenormalan Data
Untuk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal atau tidak. Dapat dilihat dari nilai C.R atau ZValue. Nilai C.R tersebut dibandingkan dengan nilai Z table ά = 0.05 (± 1.96). Semua variabel yang ada ( Budaya organisasi, Motivasi, Kepuasan kerja, Kinerja) memenuhi kenormalan karena Z value < Z table.Sedangkan pengujian multivariate diperoleh Z = 1.005 < Z table, dapat dikatakan bahwa data tersebut berdistribusi multivariate normal

2. Uji Multivariate Outlier
Jarak mahalanobis berada pada rentang 30.814 dan 39.830, sementara perhitungan Chi-Square table dengan α = (0.05) dengan derajat bebas 4 (jumlah variabel) adalah 40.11. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat data outlier secara multivariate karena semua nilai jarak Mahalanobis lebih kecil dar χ² table.

3. Uji Multikolinearitas
Determinant of sample covariance matrix = 78.775, nilai yang dihasilkan jauh sekali dari nol, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam data yang ada tidak terjadi kasus multikolinearitas atausinggularitas

4. Hubungan Kausalitas antar Variabel
Melalui pengamatan terhadap nilai C.R yang identik dengan uji – t dalam regresi dibandingkan dengan t table ± 1.96 menggambarkan semua koefisien signifikan.


G.    Pembahasan
Dari hubungan kausalitas nampak bahwa pengaruh yang terbesar adalah dari motivasi terhadap kepuasan kerja yaitu 1.462 sedangkan urutan lainnya Adela budaya organisasi terhadap motivasi sebesar 0.680 dan motivasi terhadap kinerja sebesar 0.387, budaya organisasi terhadap kinerja sebesar 0,506 dan terhadap kepuasan kerja sebesar 0.183 dan yang terakhir adalah kepuasan kerja terhadap kinerja sebesar 0.003 Dari hasil ini nampak bahwa motivasi merupakan hal yang pokok dalam mempengaruhi kepuasan kerja, pernyataan umum bahwa seseorang akan tercapai kepuasan kerjanya apabila motivasi yang ada dalam perusahaan sangat mendukung sekali dapat diterima.

Dalam kehidupan sehari-hari seseorang sebelum memiliki motivasi akan didahului oleh motif yang ada pada dirinya. Pemenuhuhan terhadap kebutuhan motivasi tidak terelakkan bagi semua karyawan sebab apabila motivasi terpenuhi dengan baik akan muncul kepuasan kerja dan pada giliran berikutnya akan berdampak pada ketenangan kerjanya. Motivasi dapat berupa keuangan dan non keuangan yang akan berdampak pada kepuasan kerja (Grund and Sliwka,2001). Hal ini wajar karena seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup tidak akan terlepas dengan kebutuhan intrinsik dan ektrinsik. Penelitian ini melanjutkan penelitian yang dilakukan oleh Herpen et al. (2002); yang memberikan kesempatan pada pihak lain untuk meneliti pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja. Pada akhirnya dalam penelitian ini, ditemukan bahwa faktor-faktor perilaku organisasi : Budaya Organisasi, Motivasi dan Kepuasan kerja memang mempunyai pengaruh terhadap Kinerja perusahaan.


H.    Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan bahwa Budaya organisasi berpengaruh terhadap Motivasi dan Kepuasan kerja serta Kinerja pada karyawan industri pengolahan kayu skala menengah di Jawa Timur dapat diterima. Keempat variabel tersebut merupakan faktor-faktor dalam perilaku organisasi yang harus mendapatkan perhatian khusus bagi semua pihak yang terkait dengan proses produksi. Penelitian ini dapat memberikan informasi pada manajemen dalam mengelola Sumber daya manusia, artinya bahwa mengelola Sumber daya manusia tidak terlepas dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerjanya. Pada prinsipnya tujuan mengelola Sumber daya manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan bersama antara perusahaan dan semua karyawan yang terlibat dengan aktivitas perusahaan. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada perusahaan yang sejenis tetapi berskala besar dengan tujuan untuk mengetahui apakah Budaya organisasi berpengaruh terhadap Motivasi dan Kepuasan kerja serta Kinerja karyawan berlaku pula bagi perusahaan yang berskala besar. Hal ini perlu dilakukan karena kemungkinan yang terjadi adalah adanya perbedaan pengaruh motivasi terhadap Kepuasan kerja karyawan antara perusahaan skala menegah dan besar, disamping itu apakah ada perbedaan kepuasan kerja dan kinerja antara perusahaan skala menengah dan besar.

I.     Saran
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti berikutnya, sebagai bahan penelitian pada bidang ilmu pengetahuan perilaku organisasi atau ilmu pengetahuan yang sejenisnya.



DAFTAR PUSTAKA 

Ghozali, Imam, 2004, Model Persamaan Struktural Konsep dan Aplikasi dengan

Program Amos Ver 5,0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Grund, Christian and Sliwka, Dirk, 2001, The Impact of Wage Increase on Job
Satisfaction-Empiorical Evidence and Theoritical Implications, IZA’S
Research Area Mobility and Flexibility of Labor Market, Bonn, Germany
pp.13-14.


Psikologi Managemen (Softskill)

KELOMPOK SEMANGKA :
Amylia Arifin                   ( 10513806 )
Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
Hendra Setiawan              ( 14513020 )
Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
Widya Djaati                    ( 19513267 )


Kelompok kami akan mereview jurnal yang bertemakan JobEnrichment. Jurnal yang kami pilih : “Pengaruh JobEnrichment Terhadap Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Surabaya”. Link : http://studentjournal.petra.ac.id/index.php/manajemen-perhotelan/article/viewFile/2831/2538
Silahkan klik link tersebut untuk mengetahui Jurnal yang kami review. Terima kasih J

TUGAS REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAGEMEN
Jenis Penelitian            : Penelitian Kuantitatif dan Hubungan Kausal
Nama Penulis              : Carissa Faustina Gondosiswanto, Silvia Florencia
Judul Jurnal                 : Pengaruh JobEnrichment Terhadap Motivasi Kerja Dan
Kepuasan Kerja Karyawan Pizza Hut Surabaya

Latar Belakang
Pentingnya manajemen sumber daya manusia dalam organisasi menjadipermasalahan utama yang dihadapi banyak organisasi khususnya di bidang bisnis.Kemampuan menghadapi tantangan pada sebuah organisasi tergantung padakemampuan dalam mengatur dan mengelola sumber daya manusianya karena sumberdaya manusia inilah yang akan menjadi competitive advantage dari sebuah perusahaan.Seperti yang diutarakan oleh Porter (2008). Permasalahan yang muncul terletakpada bagaimana mempertahankan karyawan untuk tetap dapat bekerja sesuai dengantuntutan yang ada, dan selalu bersemangat dalam setiap pekerjaannya (Kartika, 2010). Salah satunya dengan cara melakukan jobenrichment terhadap karyawan. JobEnrichment adalah pendekatan desain pekerjaan yang secara langsung menerapkan teorikarakteristik pekerjaan untuk membuat pekerjaan lebih menarik dan meningkatkanmotivasi kerja karyawan.
Jobenrichment memberikan motivasi kerja bagi karyawan denganmemberikaryawan kesempatan untuk menggunakan berbagai kemampuan yang dimiliki karyawan. Dengan meningkatkan jobenrichment, maka akan dapat meningkatkan pulamotivasi kerja karyawan. Motivasi dapat ditingkatkan melalui berbagai cara, antara laindengan memberikan jobenrichment pada para karyawan.

Dengan meningkatkan jobenrichment, maka akan dapat meningkatkan pula kepuasankerja karyawan (Raza & Nawaz, 2011). Kepuasan kerja (job satisfaction)merupakan seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidaknyapekerjaan (Umar, 2008). Kepuasan kerja karyawan dapat mempengaruhi kinerjakaryawan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja dari perusahaan itusendiri.

Metode
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan hubungan kausal.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan yang bekerja di Pizza HutSurabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah (a) probability sampling,  (b) cluster sampling. Jumlah sampel yang akan diteliti adalah sebesar 100 responden darikaryawan yang bekerja di Pizza Hut yang Outletnya berdiri sendiri (bukan bagian darimall).



Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah 1 variabel bebas ataindependen (X), yaitu Jobenrichment dan 2 variabel terikat atau variabel dependen (Y),yaitu Motivasi Kerja (Y1) dan Kepuasan Kerja (Y2).

Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistikdeskriptif dan analisis regresi linear sederhana.

Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Statistik DeskriptifAnalisis statistik deskriptif memberikan gambaran suata data yang dilihatberdasarkan nilai rata-rata (mean). Mean adalah nilai rata-rata dari keseluruhanresponden.
Berdasarkan data di atas, dari hasil jawaban responden diperoleh nilai rata-ratatotal variabel jobenrichment sebesar 3.872, jadi kesimpulan yang didapat ialahkaryawan Pizza Hut Surabaya secara keseluruhan menyatakan bahwa jobenrichmentdimana karyawan bekerja adalah baik.

Pembahasan
Dari hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa Nilai Koefisien Korelasi (R)bertanda positif dengan nilai jobenrichment juga bertanda positif hal tersebutmenunjukkan bahwa jobenrichment memiliki hubungan positif yang kuat terhadapmotivasi kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya hal ini berarti dengan memperhatikanjobenrichment di Pizza Hut Surabaya maka akan dapat mempengaruhi motivasi kerjapara karyawan pada Pizza Hut Surabaya dengan tingkat pengaruh yang tinggi, selain itujuga jobenrichment memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi kerjapara karyawan pada Pizza Hut Surabaya. Dengan demikian dapat diambil kesimpulanbahwa dengan meningkatkan jobenrichment, maka akan dapat meningkatkan pulamotivasi kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya secara signifikan.

Jobenrichment merupakan suatu pendekatan untuk merancang kembalipekerjaan guna meningkatkan motivasi instrinsik dan meningkatkan kepuasaan kerja.Pekerja diberikan kekuasaan atas pekerjaannya, karyawan dapat membuat pekerjaankaryawan menjadi lebih terspesialisir dan sederhana. Dari hal tersebut pekerja dapatmengembangkan kecakapan yang karyawan miliki. Selain itu, jobenrichment mampumembuat pekerja menjadi termotivasi agar berhasil dalam mencapai kepuasaan kerja.Sebab dalam jobenrichment disini pekerja melakukan pekerjaan dengan kemampuankaryawan sendiri. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Raza danNawaz (2011) dan Ongkowidjojo (2013) yang menyatakan bahwa jobenrichmentmemiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan.



Nilai Koefisien Korelasi (R) bertanda positif dengan nilai jobenrichment juga
bertanda positif hal tersebut menunjukkan bahwa jobenrichment memiliki hubunganpositif yang kuat terhadap kepuasan kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya hal iniberarti dengan memperhatikan jobenrichment di Pizza Hut Surabaya maka akan dapatmempengaruhi kepuasan kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya dengan tingkatpengaruh yang tinggi, selain itu juga jobenrichment memiliki pengaruh positif yangsignifikan terhadap kepuasan kerja para karyawan pada Pizza Hut Surabaya. Sehinggadapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan jobenrichment, maka akandapat meningkatkan pula kepuasan kerja karyawan di Pizza Hut Surabaya secarasignifikan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Nugraha (2010) yang menyatakanbahwa jobenrichment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja.Apabila jobenrichment semakin tinggi, maka semakin meningkat kepuasan kerja.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa cukup bebas dalammelaksanakan pekerjaan serta mudah mengevaluasi hasil kerja karyawan sendiri,kondisi seperti ini sangat diharapkan oleh karyawan, sehingga kepuasan kerja dapatditingkatkan. Selain itu juga penelitian yang dilakukan oleh Raza dan Nawaz (2011)menunjukkan hasil bahwa jobenrichment memiliki hubungan yang signifikan terhadapkepuasan kerja, hal ini berarti setiap perubahan yang dikarenakan adanya jobenrichment dari perusahaan kepada para karyawannya akan mengubah pula kepuasankerja yang dirasakan oleh karyawan.

Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan, maka dapat di tarik kesimpulan, yaitu: Jobenrichment berpengaruh signifikan dan positif terhadap motivasi kerja. Hal ini berartibahwa jobenrichment yang tinggi dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan dan103Jobenrichment berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja. Hal iniberarti bahwa jobenrichment yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Saran
Bagi para akademisi dan pembaca untuk memperluas penelitian denganmempertimbangkan daerah penelitian di tempat usaha atau perusahaan lain sehinggadihasilkan suatu informasi mengenai hubungan antara jobenrichment terhadapmotivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan.
Melihat peranan jobenrichment yang penting dalam memberikan motivasi kerja dan kepuasan terhadap karyawan. Pizza Hut Surabaya sebaiknya mempertahankan jobenrichment yang sudah tergolong tinggi agar kepuasan kerja dan motivasi kerjaterhadap perusahaan tetap tinggi, sehingga karyawan tetap memiliki kepuasan kerjayang tinggi terhadap pekerjaannya dan motivasi kerja tinggi. Di samping itu untukmempertahankan jobenrichment yang telah ada di Pizza Hut tersebut, manajemenPizza Hut dapat mengatur pekerjaan karyawan seefektif mungkin sehinggakaryawan dapat menyelesaikan aktivitasnya dengan akurat dan tepat waktu. PizzaHut dapat meningkatkan kebebasan karyawan dalam bertanggung jawab danmemberi umpan balik atas kinerjanya sehingga karyawan dapat merasa dihargai dandianggap salah satu bagian dari Pizza Hut.











DAFTAR PUSTAKA

Food Festifal Surabaya). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(1), 100-112.
Kartika, E.W. & Kaihatu, T.S. (2010, March). Analisis Pengaruh Motivasi KerjaTerhadap Kepuasan Kerja (Studi Kasus pada Karyawan Restoran di Pakuwon
Porter, M.E. (2008). Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan KinerjaUnggul. Tanggerang: Karisma Publishing Group.
Raza, M.A. & Nawaz, M.M. (2011, October). Impact of JobEnrichment onEmployees;
Job Satisfaction, Motivation and Organizational Commitment: Evidence fromPublic Sector of Pakistan. European Journal of Social Sciences, 23(2), 220-226.

Umar, H. (2007). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Selasa, 29 Desember 2015

Psikologi Managemen : Softskill

KELOMPOK SEMANGKA :
Amylia Arifin                   ( 10513806 )
Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
Hendra Setiawan              ( 14513020 )
Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
Widya Djaati                    ( 19513267 )

Kelompok kami disini  mempunyai tugas meng-review jurnal yang bertemakan  “Motivasi”. Jurnal yang kami pilih : “Pengaruh Motivasi Belajar siswa terhadap Prestasi Belajar IPA di Sekolah Dasar (Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya)” link nya : http://www.jurnal.upi.edu/file/8-Ghullam_Hamdu.pdf
Silahkan klik link tersebut untuk mengetahui Jurnal yang kami review. Terima kasih J

TUGAS REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAGEMEN
Jenis Penelitian            :Jurnal Penelitian Kuantitatif
Nama penulis              :Ghullam Hamdu, dan Lisa Agustina
Judul  Jurnal                : Pengaruh Motivasi Belajar siswa terhadap Prestasi Belajar
IPA di Sekolah Dasar (Studi Kasus terhadap Siswa Kelas IV SDN Tarumanagara Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya)
Ukuran jurnal             : Vol. 12 No. 1 ISSN 1412-565X
Tahun                         : April 2011    



Latas Belakang           :
Pendidikan sangat penting untuk di Era Globalisasi sekarang ini, apalagi sekarang kita hidup di jaman modern, tidak mungkin kita tidak mempunyai pendidikan, ataupun pengetahuan sama sekali, karena jika itu terjadi maka akan akan menghambat kita untuk beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal kita, baik itu keluarga, sekolah dan tempat umum lainnya. Seperti hal nya dengan pendidikan dan pengajaran itu merupakan suatu proses yang sadar dengan tujuan.  Seperti halnya tujuan dapat diartikan suatu usaha yang memberikan rumusan hasil yang diharapkan siswa setelah melaksanakan pengalaman belajar (Sadirman, 2014). Faktor yang terpenting selain tujuan ialah yaitu faktor  yang  mempengaruhi  prestasi  siswa  adalah  motivasi. 

Dengan  adanya motivasi, siswa akan belajar lebih keras, ulet, tekun dan memiliki dan memiliki konsentrasi penuh dalam  proses  belajar  pembelajaran.  Dorongan  motivasi  dalam  belajar  merupakan  salah  satu  hal yang perlu dibangkitkan dalam upaya pembelajaran di sekolah.Motivasi belajar  yang dimiliki  siswa  dalam  setiap  kegiatan  pembelajaran  sangat  berperan untuk  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  dalam  mata  pelajaran  tertentu  (Nashar,  2004:11). Siswa yang bermotivasi tinggi dalam belajar memungkinkan akan memperoleh hasil belajar yang tinggi  pula,  artinya  semakin  tinggi  motivasinya,  semakin  intensitas  usaha  dan  upaya  yang dilakukan, maka semakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya.

Seperti dalam pengertian lainnya, motivasi (dalam Hakim, 2009) adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan sesorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar tingkat ketekunan siswa sangat di tentukan oleh adanya motif dan kuat lemahnya motivasi belajar yang ditimbulkan motif tersebut.

Untuk jenjang sekolahan, biasanya IPA adalah salah satu mata pelajaran yang sering disukai oleh para siswa, karena dapat memberikan peranan dan pengalaman siswanya. Dengan hasil pembelajaran IPA juga dapat mempengaruhi motivasi yang dimiliki oleh siswa.  Baik itu motivasi dari internal, atau dalam diri siswa nya ataupun motivasi dari eksternal yaitu lingkungan keluarga atau lingkungan tempat tinggal siswa. Pelajaran IPA di sekolah, banyak dilakukan dengan upaya yaitu, salah satu nya melalui peningkatan motivasi belajar. Dalam hal belajar siswa akan berhasil jika dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan atau dorongan
untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar, dalam hal ini belajar IPA.

Metode            :
Penelitian dari jurnal ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di kelas IV SDN 18 Kecamatan Tawang  Kota  Tasikmalaya  dengan  sampel  sebanyak  26  orang  siswa  dan  dilakukan selama 4 bulan  dari bulan  Agustus sampai dengan  November 2010.
Variabel  Independen : Motivasi belajar siswa dengan 8 indikator disusun dalam Abin  Syamsudin  M  (2007:30)  kemudian  disusun  dalam  bentuk  instrumen  angket  (skala  likert) dengan jumlah 20 soal.
Variabel  Dependen  yaitu  nilai  tes  formatif  mata  pelajaran  IPA  yang berasal dari data dokumentasi rata-rata prestasi belajar siswa dalam pembelajaran.

Subjek penelitian  : 
Siswa kelas IV SDN Kecamatan Tawang  Kota  Tasikmalaya
Sampel 26 orang siswa  dilakukan penelitian selama 4 bulan dari bulan agustus sampai dengan November 2010

Hasil penelitian           :
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  secara  umum motivasi belajar  dan  prestasi belajar siswa kelas IV SD N Tarumanagara tergolong baik. Analisis juga menunjukkan bahwa pengaruh motivasi  belajar  besar  pengaruhnya  terhadap  prestasi  belajar  IPA  dari  siswa.  Sehungga sebagaimana  yang  diungkapkan  oleh Keller  (dalam  Nashar,  2004:77)  bahwa  prestasi  belajar
dapat dilihat dari terjadinya perubahan hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil.  Peningkatan  hasil  belajar  siswa  dipengaruhi  oleh  banyak  faktor  salah  satunya  adalah motivasi untuk belajar.

Hasil  penelitian  ini  juga  menginformasikan  terdapat  pengaruh  yang  signifikan  antara motivasi terhadap prestasi belajar siswa. Hal ini berarti bahwa jika siswa memiliki motivasi dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan baik (tinggi). Sebaliknya jika siswa memiliki kebiasaan yang buruk dalam belajar, maka prestasi belajarnya pun akan buruk (rendah)

Hipotesis jurnal           :
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh, besarnya koefisien korelasi (r) yaitu sebesar 0,693 lebih besar  dari  0,491  dengan  taraf  signifikan  1%.  Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  Ha diterima  yaitu  “terdapat  hubungan  motivasi  belajar  terhadap  prestasi  belajar  IPA”  Jika dikonsultasikan  dengan  pendapat  Arikunto,  S  (2006)  maka  besarnya  korelasi  ini  berada  pada rentang  0,600  –  0,800  dengan  tingkat  hubungan  yang  tinggi.  Dengan  demikian  data  di  atas

Kelebihan dan kekurangan jurnal :
Secara keseluruhan jurnal ini sudah terlihat sangat baik dalam hal mendeskripsikan apa yang ingin disampaikan oleh peneliti.  Dikarenakan penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode secara kuantitatif yakni dengan variabel independen dan dependen , peneliti lebih bisa menyaksikan langsung kejadian di lapangan seperti apa. Deskripsi yang detail dan mendalam tentang kasus merupakan sebuah keharusan bagi peneliti kualitatif. Kemudian dari segi struktural,  akan lebih baik lagi jika ditambahkan poin masalah atau pertanyaan penelitian. Hal ini tentunya akan membantu peneliti untuk mempermudah dalam hal mengkategorikan atau mengklasifikasikan tujuan penelitiannya.

Kesimpulan                 :
Menurut saya,  kesimpulan yang diambil dari penelitian ini dengan berdasarkan pengolahan data, yang di dapat pada saat melakukan penelitian yang dibantu dengan program SPSS 16.0 menyatakan bahwa siswa kelas IV SDN Tarumanegara Kota Tasikmalaya terhadap motivasi belajar dengan prestasi belajar memiliki pengaruh yang signifikan, dengan ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA”. Setelah dikorelasikan menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Tarumanagara Tawang Tasikmalaya adalah sebesar 48,1%.







REFERENSI

Abin Syamsudin. (1996). Psikologi kependidikan. Bandung: Remaja Rosda karya.
Hakim, T. (2009). Belajar secara efektif. Jakarta : Rajagrafindo Persadan
Nashar. (2004). Peranan motivasi dan kemampuan awal dalam kegiatan pembelajaran. Jakarta: Delia Press.
Sadirman. (2004).Interaksi dan motivasi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.


Selasa, 17 November 2015

Softskill Psikologi Manajemen

TugasAnalisis Film sesuaiTeoriMotivasi
Kelomok  5 Semangka :
Amylia Arifin                   ( 10513806 )
Dicky Noviandi R             ( 12513423 )
Hendra Setiawan              ( 14513020 )
Ikhasan Zakaria               ( 14513257 )
Widya Djaati                    ( 19513267 )


LATAR BELAKANG

Merry Riana, sosok yang terkenalseorangpengusaha, seorang motivator yang membuatbanyakkaumwanitabersemangat, mempunyajiwa yang gigih, kuat, dantidaklemah. Merry yang sering-sering di sebutMimpisejutaDolar, karenaMerryberhasilmendapatkanUangdengankerjakerasny, yaitubekerja di asuransi. Denganbekerja di tempatasuransi, diamendapatkanseorangwanitaparuhbaya yang mauasuransike Merry, orang tuaparuhbayaitusebelumnyatelahmengenal Merry.Denganini, Merry Riana dikenaldengansosokSejutaDolar
Film
Merry Riana : Mimpi Sejuta Dolar (2014)
Director: Hestu Saputra
Cast: Chelsea Islan, Dion Wiyoko, Kimberly Ryder, Ferry Salim, Ninik L. Karim, Cinthya Lamusu
Rilis tahun : 24 Desember 2014 
Genre: Drama Romance
Production: MD Entertainment

Tokoh pemeran :
Merry Riana oleh Chelsea Islan
Iren oleh Kimberly Rider
Alva oleh Dion Wiyoko
Mama Merry oleh Cyntia Lamusu
Papa Merry oleh Ferry Salim

Alur Cerita 
Pada tahun 1998 di Jakarta terjadi kisruh besar akibat politik, dan yang menjadi sasaran ialah kaum etnis Cina dengan kejadian ini Merry Riana baru saja lulus dari SMA terpaksa mengungsi ke negara Singapura walau sebenarnya Ia ingin tetap bertahan di Indonesia, namun kedua orang tua Merry Riana tetap bersikeras untuk segera berangkat ke negara tersebut karena khawatir keluarganyaakan menjadi sasaran masa.

Saat dalam perjalanan ke bandara, Ayah Merry menyewa ambulans untuk dijadikantumpanganagar tidak diketahui oleh masa yang kisruh pada saat itu. Namun ternyata mereka sekeluarga dihadang oleh kawanan massa yang memberhentikan Mobil ambulansitu, kemudian Merry dankeluarganyadisuruhturundariAmbulanstersebut dan mereka terpaksa harus melepaskan harta benda demi keselamatan mereka. Sesampainya di bandara, orangtua Merry menjual semua harta benda mereka dan hanya mampu mendapatkan satu tiket saja untuk ke Singapura . Kedua orang tua Merry Riana berpikir untuk Merry saja yang berangkat ke singapura. Demi keselamatan putri mereka.

Padasaat di Bandara, Ayah Merry berpesankepada Merry ketika sampai di Singapura, untuk mencari alamat teman ayahnya yang tinggal disana.Sesampainya di Singaura, Merry mencarialamatTemanayahnyaitu yang bernama Hans, Merry kemudianmenemukanalamatteman ayah nyatersebut, tetapisayangnyarumahitusudahtidakberpenghunilagi, merry di beritahukanolehPenjagaSatpamdisitukalaupemilikrumahituterlalubanyakhutang, makanya di usirdaritempattinggalnya. Merry pun sedih, pergimeninggalkantempatitu, kiniMerry sendirian di Singapura dengan bekal uang yang pas-pasan mencari cara agar bisa bertahan hidup minimal sampai ayahnya kesana untuk menjemputnya . Dari sinilah kisah perjuangan Merry Riana dimulai dengan harus mencari tempat tinggal dan bertahan hidup. Kuliah dan sukses yang menjadi cita-citanya terasa begitu jauh.
Walau seorang diri di negara Singapura Merry Riana tidak putus asa begitu saja , melalui media sosial yang ia miliki, Merry memukan seorang temannya sewaktu di bangku SMA bernama Irene yang memang kuliah di Singapura. Sebenarnya Merry tidak mengenal begitu akrab dengan sosok Irene, tapi Merry yakin bahwa Irene adalah teman yang baik. Dengan bantuan Irene, Merry akhirnya menemukan tempat untuk dijadikan tinggal sementara sampai ayahnya datang. Merry menginap di asrama Universitas Nanyang Irene secara ilegal. Belum ada seminggu Merry menginap Merry da Iren tertangkap basah oleh pihak keamanan karena perbuatanya itu melanggar aturan akhirnya Merry harus diusir dari asrama itu. Saat itu Irene mencoba untuk bernegosisasi dengan pihak kampus agar Merry dapat menginap di sana, Pihak kampus memberi syarat untuk tinggal disana harus menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Untuk menjadi mahasiswa di universitas tersebut, Merry harus melewati tes tertulis.Merry yang memiliki kegigihan dan kepintaran akhirnya lolos seleksi ujian dan diterima di salah satu perguruan tinggi terbaik di Singapura. Senyum Merry lantas hilang ketika dia tahu bahwa harus membayar uang sebesar $40.000 Singapure. Salah satu harapan Merry adalah mengambil student loan yang hanya bisa didapat jika ada yang menjadi penjamin. Karena tidak ada kerabat dan Irene tidak bisa menjadi penjamin, Merry pun harus mencari mahasiswa senior yang bisa menjadi penjaminnya.

Kemudian Irenemencaricaradanakhirnya Irene kepikiran memiliki kenalan mahasiswa senior di kampus tersebut. Irenekemudian meminta tolong kepada salah satu mahasiswa senior yang bernama Alva. Merry dan Iren berpikir Alva mau menjadi penolongnya. Namun ternyata, Alva kurang begitu percaya karena belum pernah mengenal Merry sebelumnya. Alva ingin diberi jaminan bahwa Merry akan benar-benar sanggup membayar hutangnya. Dari situlah Merry berjuang untuk mendapatkan penghasilan. Agar Alva percaya dan mau menjadi penjamin Merry. Dari ketidak percayaan Alva, Merry membuktikan bahwa ia bisa di percaya Merry mencoba melamar pekerjaan part time yang berada tidak jauh dari sekitar kampus dari semua tempat-tempat usaha Merry satu persatu ia masuki untuk menanyakan kerjaan part time untuk mendapatkan penghasilan. Namun tak satupun dari mereka yang mau menerima Merry bekerja di tempat-tempet itu karena Merry tidak memiliki izin boleh bekerja dari pihak kampus dan orang tua. Merry yang tetap gigih walaupun banyak menerima penolakan sana-sini, akhirnya Merry menemukan pekerjaan dengan gaji yang sedikit yaitu menjadi volunteer salah satu organisasi kepedulian kemanusiaan. Karna kegigihan Merry akhirnya Alva mau menolongnya untuk menjadi penjamin hutangnya.

Merry pun berpikir bahwa dia harus kuliah dengan benar dan sukses demi untuk tidak mau menyusahkan kedua orang tuanya karena dia ingin membahagiakan dan membanggakan mereka. Maka Merry pun kuliah dan berpikir keras untuk mendapatkan pekerjaan dan melipat gandakan uang yang ia miliki, mulai dari bekerja menyebar brosur, bisnis online, bekerja di restoran dan bermain saham dengan resiko tinggi. Bahkan pernah suatu ketika Merry menjadi korban penipuan berkedok Multi Level Marketing. Semua uangnya habis karena sudah terlanjur investasi diperusahaan abal-abal tersebut.Merry yang pantang menyerah walaupun sudah jatuh bangun memperjuangkan kuliahnya.saat kejadian itu Alva mengenalkan Merry berbisnis melalui saham yang bisa di pantau melalui layar handphone dan ternyata Merry sukses bermain saham, tapi kesuksesan merry tidak bertahan lama dan akhirnya Merry jatuh kembali. Merry yang pantang menyerah mencoba melamar kerja sebagai konsultan asuransi di sebuah perusahaan asuransi jiwa dan dari sini lah Merry mendapatkan satu juta dollar pertamanya yang ia dapatkan dari seorang ibu paruh baya yang ia sudah kenal untuk joint dalam asuransi ini. Karena kegigihan inilah yang membuat Alva jatuh cinta kepada Merry. Namun dilemanya, Irene sahabat Merry yang terlebih dulu mengenal Alva, juga menyukai cowok tampan tersebut. Disini terjadilah cinta segitiga. Pernah suatu ketika, Irene mengetahui Alva sedang berpelukan dengan Merry. Dan membuat Irene marah dan jealoussampai-sampai mengusir Merry dari kamar asrama tempat mereka tinggal berdua.

Kisah cinta Merry dan Alva yang sungguh dramatis karena melewati beberapa konflik. Akhirnya menjadikan mereka satu sebagai sepasang kekasih. Ada suatu kutipan difilm ini, ketika Alva menyatakan perasaanya kepada Merry dengan memberinya buku berjudul (s.h.m.i.l.y) yang artinya ‘See How Much I love you’. Banyak kata-kata yang memotivasi dalam film ini. Salah satu yang paling saya suka ialah “sukses itu bukan sekedar memiliki uang banyak, Tapi sukses itu ketika kita bisa membuat orang memiliki harapan” 


DefinisiMotivasi
Motivasi berasal dari kata Move yang artinya “bergerak”. Definisi motivasi masih sering diperdebatkan. Di antaranya berbunyi : “Motivasi adalah sesuatu yang bergerak atau mendorong seseorang atau kelompok orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu”.Salah satu unsur dari motivasi adalah motif (=motive, alasan atau sesuatu yang memotivasi). Motivasi dapat di kelompokkan menjadi dua kelompok eksternal dan internal.
Pengertian Motivasi (dalam Effendi, 2013)  menurut para ahli:

Menurut Uno (2007) motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya :
Hasrat dan minat,
Dorongan dan kebutuhan,
Harapan dan cita-cita,
Penghargaan dan penghormatan

Menurut Weiner yang dikutip Elliot et al. (2000) motivasi di definisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencaai tujuan tertentu. Dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

Menurut Makmun ( dalam )Motivas menjadi sesuatu kekuatan, tenaga atau daya, atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak kea rah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari

Teori Motivasi
Berdasarkan bebrapa pendekatan mengenai motivasi, Stansburg (dalamMunandar, 2001)mengklasifikasikan motivasi ke dalam teori-teori isi motivasi dan proses motivasi.
Teori isi motivasi
Teori-teori isi motivasi berfokus pada faktor-faktor atau kebutuhan dalam diri seseorang untuk menimbulkan semangat, mengarahkan, mempertahankan dan menghentikan perilaku.

Teori motivasi kebutuhan (Abraham A. Maslow)
Maslow menyusun suatu teori tentang kebutuhan manusia secara hierarki yang terdiri atas dua kwlompok, yaitu defisiensi dan kelompok pengembangan. Kelompok defisiesi secara hierarki adalah fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan penerimaan, serta kebutuhan akan harga diri. Kelompok pengembangan mencakup kebutuhan aktualisasi diri (ahmadi dan Supriyono, 1991), Mangkunegara (2005), menjabarkan hierarki Maslow sebagai berikut :
Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan akan pemenuhan unsur biologis. Kebutuhan ini berupa : kebutuhan makan, minum, bernapas, seksual dan sebagainya. Kebutuhan ini meru;akan kebutuhan yang paling mendasar.
Kebutuhan akan rasa aman, yaitu kebutuhan perlindungan dari ancaman dan bahaya lingkungan.
Kebutuhan akan kasih sayang dan cinta, yaitu untuk diterima dalam kelompok, berafisiasi, berinteraksi, mencintai dan dicintai.
Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai.
Kebutuhan akan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan (aktif) dan potensi, serta berpendapat dengan mengemukakan penilaian dan kritika terhadap sesuatu.



Teori ERD ( Alder’s ERG Theory)
Teori ERG ( existence, relatedness and growht ), dikembangakan oleh Clayton Alderfer. Menurut teori ini komponen existence adalah mempertahankan keb utuhan dasar dan pokok mausia. Mempertahankan eksistensi merupakan kebutuhan dasar masuia untuk menjadi terhormat. Hampir sama dengan teori Maslow, kebutuhan fisiologis juga terdapat kebutuhan akan keamann yang merupakan existence. Relatedness tercermin dari sifat manusia sebagai insan sosial yang ingin berafiliasi, dihargai, dan diterima oleh lingkungan sosial. Growth lebih menekankan kepada keinginan seseorang untuk tumbuh dan berkembang, mengalami kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan dan kemamouan, serta mengaktualisasikan diri (Siagan,2004).

Teori Motivasi Dua Faktor (Frederick Herzbeg’s Two Factors Theory)
Herzberg, seseorang psikolo yang berusaha mengembangkan kebenaran teorinya, melaukan penelitian kepada sejumlah pekerja untuk menemukan jawaban dari : “Apa yang sebenarnya  diinginkan seseorang dari pekerjaannya?” timbulnya keinginan Herzberg untuk meneliti adalah karena adanya keyakinan bahwa terdapat pekerjaannya akan sangat menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalannya (Siagian, 2004).
Dalam teori motivasi terdapat dua faktor yang mendasari motivasi pada kepuasan atau ketidakpuasan kerja dari faktor melatarbelakanginnya. Pertama fgaktor pemeliharaan (maintenance factors) yang juga disebut dissatisffiers, hyiene, factors, job context dan extrinsic factors. Faktor pemeliharaan meliputi administrasi  dan kebijakan perusahaan, hubungan dengan subordinat, kualitas pengawasan, upah, kondisi kerja dan status. Faktor lainnya adalah faktor pemotivasi (motivation Factors) yang disebut pula sastisfier, motivators, job content atau interinsic factors yang meliputi dorong perprestasi, pengenalan, kemajuan, work it self, kesempatan berkembang dan bertanggung jawab ( Mangkunegara, 2005).



Analisis Film

Tugas kali iniyaitumenganalisissebuah film yang mengandungunsurmotivasi. Kami pun khususnyakelompok5 telahberdiskusiuntukmengambilsebuah film yang benar-benarmengandungunsur-unsurmotivasi di dalamnya. Film yang benar-benarnyataterjadipadaseorangwarga Negara Indonesia ketikaberada di Negara luaryaituSingapura. Kami mengkaitakn film inidenganteoriKebutuhanHirarkimenurut Maslow diantaranya
Berikutanalisis film menurutKelompokkami :

Kebutuhanfisiologisdalam film iniialah “ kebutuhanakanrumah, makanan, temattinggaldan lain sebagainyadidalam film “Merry Riana” initerdapatkebutuhanfisiologisnyayaitu “ :
ketikaseorang Merry tinggal di Singapureseorangdiri, di situ Iabingung, mautinggaldengansiapa, makandengancaraapa, sedangkanuang yang orang tuanyakasihkeDiacuman pas-pasan, diatidakmenyerahsedikitpun. Dia pun semangatmencariorang yang bisaIakenaldi Sosmeddansangatterkejutdiamenemukantemanlamanya, Irene namanya. Menurutnya Irene adalahwanita yang baik.Kemudian Merry bertemudengan Irene dan Merry sangatbersyukur Irene maumembantunyauntuksementarawaktutinggalbersama Irene”


Kebutuhan rasa aman, dimanadalamkebutuhaniniindividumelindungidiridariancamanfisik. Analisis kami dalam film Merry Riana adalah :
“Merry yang denganterpaksapindahkeSiangpuradenganseorangdiri, karenakeluarganyatidakbisamenemani.Padasaatitujugasuasana di Indonesia sedangterjadikisruh, akhirnyadenganterpaksa ayah nyaMerrymerelakananaknyapergikeSingapura. DenganiniMerryterbebasdariancamanfisikpadasaatberada di Indonesia denganiaberada di Singapurawalaupunkeadaannya di Negara asingituseorangdiri.
KebutuhanSosial, dimanadalamkebutuhaniniindividumemberidanmenerimapersahabatan, cintakasih, dan lain sebagainya. Misalnyaseorangtemanataukekasih. Analisis kami yaitu “
“sosok Merry yang selalubersemangatmengejarcita-citanyayyaituIabertekadketikadiapulangke Indonesia bisamenjadiPengusaha yang sukses, Merry pun bersemangattanpamengeluhmencarisosoksahabat yang bisamembantudia,selamaberada di Singapura, sosoksahabatitubernama Irene. Irene sangatbaikterhadap Merry, membantu Merry mencariPenjamin, bersediatinggaldengan Merry, merayakanUlangtahun Merrydisinilahbentukkebutuhansosialdenganteman, sedangkankalaudenganKekasih“ Merry yang awalnyasangatmembutuhkanbantuanpinjaman, akhirnyamenemukansosoklaki-laki yang bernama Alva, Alva yang membantu Merry, awalnyatidakpercayadengan Merry tapiberkatkegigihan Merry bekerjadanmembuktikankepada Alva , akhirnya Alva maumeminjamkanuangnya demi kelulusan Merry masuk di Universitas di Singapuraitu. Banyakcobaan yang dialamiMerrybersama Alva, sampaimengalami lost kontak, danakhirnyamerekabersatumenjadisepasangkekasih”
KebutuhanHargadiri, dimanamencakup internal daneksternal. Analisis kami dalam film iniadalah
“ Merry yang selaluyakindanoptimisdiabisamenjalanikehidupannya di Singapurasendiriantanpakeluarganya. Berusahaseorangdiri, tanpamengenallelah.Karena Merry tidakmaumembuatsusahorangtuanya. DengankegigihannyabekerjaMerry pun bisasukses.
Kebutuhanaktualisasidiri, dimanakebutuhaninimencakupkebutuhanuntukmenjadikreatif, merealisasikanpotensinyasecarapenuhdan lain sebaginya. Berikutanalisiskelompok kami :
“Merry berbisnis melalui saham yang bisa di pantau melalui layar handphone dan ternyata Merry sukses bermain saham, tapi kesuksesan merry tidak bertahan lama dan akhirnya Merry jatuh kembali. Merry yang pantang menyerah dengan ide-ide danjiwakreatifnya Merry mencoba melamar kerja sebagai konsultan asuransi di sebuah perusahaan asuransi jiwa dan dari sini lah Merry mendapatkan satu juta dollar pertamanya yang ia dapatkan dari seorang ibu paruh baya yang ia sudah kenal untuk joint dalam asuransi ini. Dengankegigihan, semangatnyaMerryakhirnya Merry bisamendapatkesuksesannyaberada di Singapuraseorangdiri.




PENUTUP

Motivasiadalahdoronganuntukmenjadilebihbaiklagi, menjadikankitabersemangat, membuatperubahandan lain-lain.Banyakmotivasi yang dapatdiambiloleh film ini, diantaranya, seberapauang yang kitadapatdenganbekerja, syukurisemuaitu.Kita bisasuksesdengankitamenanamkanjiwasemangatdangigidalambekerja.
Intinya kata motivasidalam film iniyaitu“ suksesitubukansekedarmemilikiuangbanyak, tetapisuksesituketikakitabisamembuat orang lain memilikiharapan”



DAFTAR PUSTAKA
Effendi, N. E., (2013), Pendidikandalamkeperawatan.SalembaMedika : Jakarta
Munandar, A. S., (2001), Psikologi industry danorganisasi. UniversitasIndonesia : Jakarta