Kelompok 5
Semangka
Semangka
Amylia Arifin ( 10513806 )
Dicky Noviandi R ( 12513423 )
Ikhsan Zakaria ( 14513257 )
Hendra Setiawan ( 14513020 )
Widya Djaati ( 19513267 )
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Latar Belakang
Para filsuf/filosofi
mengatakan bahwa hanya satu hal yang kekal di dunia ini yaitu perubahan.
Perubahan akan selalu terjadi dalam segala aspek kehidupan. Hal yang paling
nyata adalah diri kita sendiri, secara fisik diikuti psikis, kita tidak dapat
menghindari perubahan dari bayi menjadi anak-anak kemudian remaja dan matang
sebagai orangtua. Perubahan memberi peluang untuk menjelajahi bidang-bidang
baru dan mematahkan rintangan-rintangan yang mungkin ada agar tetap eksis dalam
situasi yang dinamis. Kunci perubahan adalah suatu upaya untuk memenuhi syarat
menuju keberhasilan sesuai dengan ukuran pengalaman dan intuisi. Hanya saja,
banyak orang yang merasa menjadi korban dari perubahan, padahal seharusnya
seseorang bisa menjadi bagian atau person yang ditantang oleh banyaknya
kesempatan dalam perubahan yang ada (dalam Simaremare, 2013).
1 Mempengaruhi Perilaku
Definisi Pengaruh
Pengaruh adalah
pernyataan suatu hubungan yang sudah menjadi arah.Pengaruh adalah salah satu
bentuk hubungan yang simetris, oleh karena itu, pada konsep pengaruh, arah
hubungan perlu diterapkan.Dalam hubungan sebab-akibat, penentuan pengaruh ini
jauh lebih mudah (dalam Umar, 2013).
Proses perubahan
perilaku (Setiana, 2005) akan menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan,
danperilaku mental, sehingga mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan
perubahan-perubahandalam usaha taninya demi tercapainya peningkatan produksi,
pendapatan, dan perbaikankesejahteraan keluarga yang ingin dicapai melalui
pembangunan pertanian dalam hal ini titik berat terdapat pada proses penyuluhan
yang berkesinambungan sebagai proses perubahan perilaku. Proses perubahan
perilaku dituntut agar sasaran berubah tidak semata-mata karena adanya
penambahan pengetahuannya saja, namun diharapkan juga ada perubahan pada keterampilan
sekaligus perilaku mental yang menjurus kepada tindakan atau kerja yang lebih
baik, produktif, dan menguntungkan (dalam Herminingsi, 2014).
Komponen perilaku
menurut Mar’at (1984) terbagi menjadi tiga(Setiana, 2005). yaitu: (1) komponen
kognitif adalah komponen perilaku yang berhubungan dengan beliefs, ide, dan
konsep. Komponen kognitif ini mempengaruhi seseorang dalam hal pemikiran yang
berwujud pengolahan, pengalaman, dan keyakinan, serta harapan-harapan individu
tentang obyek atau kelompok obyek tertentu; (2) komponen afektif adalah
komponen yang menyangkut kehidupan emosional sehingga seseorang dapat memiliki
penilaian emosional yang dapat bersifat positif atau negatif, senang atau tidak
senang, takut atau tidak takut; (3) komponen konatif adalah komponen perilaku
yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau keadaan mudah terpengaruh
untuk bertindak sesuatu terhadap obyek (dalam Herminingsi, 2014).
Hal yang dapat membuat
individu merubah perilakunya, ataupun tidak, hal inilah yang dinamakan
pengaruh, beriku defisni pengaruh menurut beberapa tokoh :
Menurut Kamus Besar
Indonesia (dalam Partanto, 1994)
“Pengaruh adalah daya
yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak,
kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Menurut Norman Barry
(dalam Budiardjo, 2007)
“Pengaruh adalah suatu
tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara
tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman
sangsi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya.”(influence is a
type of power in that a person who is influenced to act in a certain way may be
said to be caused so to act, even though an overt threat of santions will not
be the motivating force)
Menurut Uwe Becker(dalam
Budiardjo, 2007)
“Pengaruh adalah
kemampuan yang terus berkembang yang – berbeda dengan kekuasaan tidak begitu
terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan”
Menurut Robert Dahl
“A mempunyai pengaruh
atas B sejauh ia dapat menyebabkan B untuk berbuat sesuatu yang sebenarnya
tidak akan B lakukan.”
Pengaruh merupakan dua
konsep yang berbeda, dan apakah satu diantaranya merupakan konsep pokok, dan
yang lainnya bentuk khususnya (dalam Budiardjo, 2007)
Menurut kelompok
kami
“Pengaruh merupakan
sesuatu seperti subjek atau objek yang memiliki kekuatan untuk menimbulkan
dorongan yang dapat mengubah seseorang menjadi sesuatu yang di kehendaki.”
2 Kunci-kunci Perubahan Perilaku
Para filsuf/filosofi
mengatakan bahwa hanya satu hal yang kekal di dunia ini yaitu perubahan.
Perubahan akan selalu terjadi dalam segala aspek kehidupan. Hal yang paling
nyata adalah diri kita sendiri, secara fisik diikuti psikis, kita tidak dapat
menghindari perubahan dari bayi menjadi anak-anak kemudian remaja dan matang
sebagai orangtua.Perubahan memberi peluang untuk menjelajahi bidang-bidang baru
dan mematahkan rintangan-rintangan yang mungkin ada agar tetap eksis dalam
situasi yang dinamis.Kunci perubahan adalah suatu upaya untuk memenuhi syarat
menuju keberhasilan sesuai dengan ukuran pengalaman dan intuisi. Hanya saja,
banyak orang yang merasa menjadi korban dari perubahan, padahal seharusnya
seseorang bisa menjadi bagian atau person yang ditantang oleh banyaknya
kesempatan dalam perubahan yang ada (dalamSimaremare, 2013)
Perubahan yang telah
mempengaruhi seseorang akan membentuk suatu peralihan kondisi yang sebelumnya
buruk menjadi baik. Seseorang yang dapat berubah terdiri dari individu
berkepribadian (personality) baik.Personaliti terlahir atas daya intelektual
dan perbuatan yang menjadikan personality tersebut berkualitas.
Sebab oleh karena itu
kunci, perilaku yang akan menjadi kunci perubahan dalam masyarakat adalah
seseorang (individu) yang memiliki sikap
kepercayaan diri tanpa batas dan tekad untuk terus maju menuju hal yang lebih
baik. Perubahan setiap individu merupakan modal dasar yang dapat mempengaruhi lingkungan
sekitar, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat
mendidik manusia dalam lingkungan masyarakat.
Nilai bahwa masyarakat
memiliki banyak tambang potensi sumber daya dan orang-orang berkualitas, jujur,
dan dapat dipercaya, adalah idealisme yang harus dilaksanakan. Karena dengan
perubawahn dapat membuka peluang munculnya orang-orang jujur yang dapat
dipercaya akan lebih menjamin kemajuan masyarakat.
3 Bagaimana Mempengaruhi
Orang Lain
Mempengaruhi orang lain
dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan memberikan sugesti.
Sugesti adalah proses mempengaruhi orang lain untuk bertingkah laku menurut
keinginan-keinginan seseorang atau menerima ide-ide seseorang tidak secara
kritis tanpa paksaan (dalam Semiun, 2006).
Individu yang cenderung
mudah mempengaruhi orang lain cenderung memiliki kekuasaan demi mencapai suatu
kebutuhan hidupnya. Individu dengan kebutuhan kekuasaan yang tinggi, dilain
pihak individu tersebut mengkonsentrasikan diri dengan mempengaruhi orang lain
dan memenangkan argumentasi. Tujuan utama mempengaruhi orang lain untuk
mencapai kebutuhan, karena menurut McCleallan kebutuhan dipelajari melalui
penyesuaian dengan lingkungan seseorang, dengan penyesuaian tersebut itulah cara
nya mempengaruhi orang lain (dalam Semiun, 2006).
Tujuan individu berkomunikasi
ialah karena hendak mempengaruhi orang lain. Beberapa cara dalam mempengaruhi
orang lain (dalam Hassan & Ainon Mohd, 2001), diantarnya :
Mempunyai ide. Dengan
ide individu mencoba mempengaruhi orang lain supaya mereka mau menerima ide
yang dibuat oleh seorang individu. Jadi, individu mampu mempengaruhinya supaya
mereka mau membuang ide tersebut.
Estim diri. Salah satu
faktor yang memudahkan orang lain mudah terpengaruh dengan kita ialah karena
adanya estim diri yang dipancarkan didalam bahasa yang kita guanakan untuk
mempengaruhi orang lain.
Gaya bahasa positif.
Bahasa positif adalah bahasa yang terpengaruh. Maksudnya adalah jika individu
hendak mempengaruhi orang lain, gaya bahasa positif dapat mempengaruhi orang
lain. Oleh karean orang-orang yang Berjaya adalah juga orang-orang yang
menggunakan gaya bahasa positif, karena dengan bahasa positif itulah
orang-orang yang Berjaya dapat mempengaruhi orang-orang lain. Disebabkan orang
yang berikap positif dapat mempengaruhi orang-orang yang mendengar mereka
bercakap, jadi mereka lebih mudah sukses dalam apa yang mereka lakukan.
Menurut pakar
psikologi, individu mudah suka kepada orang-orang yang bersikap positif.Karena
perasaan suka itulah yang menyebabkan kita juga mudah terpengaruh oleh mereka.
Cara terakhir untuk
bagaimana mempengaruhi orang lain yaitu berkomunikasi dengan lebih fasih,
lancar dan teratur. Karena bahasa bahasa yang tersusun rapi, intonasi yang
terkawal, tanpa ada kecepatan atau kelajuan itu semua membuat orang lain dapat
dengan cepat dipengaruhi oleh diri kita.
4 Wewenang
Wewenang merupakan
sebagai suatu hal yang telah ditetapkan dalam tata tertib sosial untuk untuk
menetapkan kebijaksanaan, menentukan keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah
penting, dan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan. Dengan kata lain,
seseorang yang mempunyai wewenang bertindak sebagai orang yang memimpin atau
membimbing orang banyak ( Ibid, hal 83).
Wewenang adalah hak
yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang.Tekanannya adalah pada hak, dan
bukan pada kekuasaan.
Wewenang ada beberapa
bentuk, yaitu sebagai berikut :
Wewenang kharismatis,
Tradisional, dan Rasional ( Legal ).
Perbedaan antara
wewenang kharismatis, tradisional, dan rasional (legal) dikemukakan oleh Max
Weber (947). Perbedaan tersebut didasarkan
pada hubungan antara tindakan dengan dasar hokum yang berlaku
Wewenang kharismatis (charismatic
authority) merupakan wewenang yang didasarkan pada charisma, yaitu suatu kemampuan khusus (wahyu, pulung) yang
ada pada diri seseorang. Kemampuan khusus tadi melekat pada orang tersebut
karena anugrah. Wewenang kharismatis akan dapat bertahan selama dapat
dibuktikan keampuhannya bagi seluruh masyarakat.
Wewenang kharismatis tidak
diatur oleh kaidah-kaidah, baik yang tradisional maupun rasional, sifatnya
cenderung irasional.Ada kalanya charisma dapat hilang karena masyarakat sendiri
yang berubah dan mempunyai paham yang berbeda.Perubahan-perubahan tersebut
sering kali dapat diikuti oleh orang yang mempunyai wewenang kharismatis tadi
sehingga dia berfungsi oleh kemajuan dan perkembangan masyarakat.
Wewenang tradisional ( traditional
authority )dapat dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang. Dengan kata
lain wewenang tradisional dimiliki oleh orang-orang yang menjadi anggota
kelompok, yang sudah lama sekali mempunyai kekuasaan didalam suatu masyarakat.
Ciri-ciri utama wewenang tradisional adalah :
Adanya
ketentuan-ketentuan tradisional yang mengikat penguasa yang mempunyai wewenang,
serta orang-orang lainnya dalam masyarakat,
Adanya wewenang yang
lebih tinggi ketimbang kedudukan seseorang yang
hadir secara pribadi,
Selama tidak ada
pertentangan dengan ketentuan-ketentuan tradisional, orang-orang yang dapat
bertindak secara bebas.
Wewenang rasional (rational/legal
authority ) adalah wewenang yang disandarkan pada system hokum yang berlaku
dalam masyarakat. Sistem hokum disini dipahamkan sebagai kaidah-kaidah yang
telah diakui serta ditaati masyarakat dan bahkan yang telah diperkuat oleh
Negara. Hukumnya bersandar pada tradisi, agama, atau faktor-faktor lain.
Wewenang Resmi dan
Tidak Resmi
Wewenang resmi sifatnya
sistematis, diperhitungkan, dan rasional.Biasanya wewenang tersebut dapat
dijumpai pada kelompok-kelompok besar yang memerlukan aturan-aturan tata tertib
yang tegas dan bersifat tetap.Dalam kehidupan kelompok-kelompok sering kali
timbul masalah tentang derajat resmi suatu wewenang yang berlaku
didalamnya.Sering kali wewenang yang berlaku didalam kelompok-kelompok kecil disebut
sebagai wewenang tidak resmi karena bersifat spontan, situasional dan
didasarkan pada faktor saling mengenal.
Wewenang pribadi dan
territorial
Perbedaan wewenang
pribadi dan territorial sebenarnya timbul dari sifat dan dasar
kelompok-kelompok sosial tertentu.Kelompok-kelompok tersebut mungkin timbul
karena faktor ikatan darah, atau mungkin juga karena faktor tempat tinggal,
atau karena gabungan kedua faktor tersebut.Perbedaannya adalah, wewenang
pribadi sangat tergantung pada solidaritas antara anggota-anggota kelompok, dan
unsur kebersamaan sangat memegang peranan.Para individu dianggap memiliki
kewajiban ketimbang hak.Sedangkan wewenang territorial, wilayah tempat tinggal
memegang peranan penting.Pada kelompok territorial unsur kebersamaan cenderung
berkurang karena desakan faktor-faktor individualism.Hal ini tidaklah berarti
bahwa kepentingan perorangan diakui dalam kerangka kepentingan bersama.
Wewenang terbatas dan
menyeluruh
Wewenang terbatas
adalah wewenang tidak mencakup semua sector atau bidang kehidupan, tetapi hanya
terbatas pada salah satu sector atau bidang saja. Misalnya, seorang jaksa di
Indonesia, mempunyai wewenang atas nama Negara dan mewakili masyarakat yang
melakukan tindak pidana. Namun, jaksa tidak berwenang mengadilinya.Suatu
wewenang menyeluruh berarti suatu wewenang yang tidak dibatasi oleh
bidang-bidang kehidupan tertentu.
PENUTUP
Kesimpulan
Pengaruh adalah
pernyataan suatu hubungan yang sudah menjadi arah. Pengaruh adalah salah satu
bentuk hubungan yang simetris, oleh karena itu, pada konsep pengaruh, arah
hubungan perlu diterapkan.Perubahan yang telah mempengaruhi seseorang akan
membentuk suatu peralihan kondisi yang sebelumnya buruk menjadi baik. Seseorang
yang dapat berubah terdiri dari individu berkepribadian (personality)
baik.Personality terlahir atas daya intelektual dan perbuatan yang menjadikan personality
tersebut berkualitas.Perubahan setiap individu merupakan modal dasar yang dapat
mempengaruhi lingkungan sekitar, karena di dalamnya ada interaksi sebagai
kontrol sosial yang dapat mendidik manusia dalam lingkungan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Budiardjo, Meriam.
2007.,Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Indonesia : Jakarta
Hassan, Abdullah &
Ainon Mohd. 20015.,Teori dan Teknik Ucapan berpengaruh Edisi kemas kini. Professional
: Malaysia
Herminingsi, Herti.
2014., Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Perilaku Petani Tembakau di Kabupaten
Jember.Agribisnis FMIPA UPBJJ : UT Jember. Vol : 15 file:///C:/Users/mama/Downloads/22-64-1-PB.pdf.
13;43
Simaremare, Lintong.
2013., Kunci Pembahagiaan dalam Pekerjaan. Mata Pena Group : Jakarta
Semiun, yustinus.
2006., Teori Kepribadian & Teori Psikoanalitik Freud. Kanisius : Yogyakarta
Soekanto, Soerjono.
1892,.Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo Persada : Jakarta
Umar, Husein. 2013.,Riset
Bisnis dilengkapi Contoh Proposal dan hasil Riset Manajemen dan
Akuntansi.Gramedia
Pustaka Utama : Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar