Jumat, 13 Maret 2015

Teori Kepribadian Sehat 2


Menurut Humanistik:

   Aliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behavioristik maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini lebih mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri, bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Kepribadian yang sehat menurut humanistik adalah perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri. Misalnya :

1) Menjalani hidup layaknya seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.

2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya alias keluar dari zona nyaman.

3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman, ketimbang mendengarkan suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.

4) Jujur  atau menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.

5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan yang bebeda dari sebagian besar orang.

6) Memikul tanggung jawab.

7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.

8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

Pendapat Allport tentang kesehatan mental

     Allport percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat tidak dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar (kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi). Orang-orang yang sehat tidak didorong oleh konflik-konflik tidak sadar . individu yang sehat berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing dia dan dapat mengontrol kekuatan itu juga.

   Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma ataupun konflik pada masa kanak-kanak. Pusat dari kepribadian kita adalah intensi-intensi kita yang sadar dan sengaja, misalnya harapan, aspirasi dan impian. Manusia didorong untuk mereduksikan tegangan-tegangan, menjaga supaya tegangan-tegangan berada pada tingkat yang paling rendah dan menjaga satu keadaan keseimbangan homeostatis internal atau “homeostatis”.

  Manusia yang sehat memiliki kebutuhan akan sensasi-sensasi dan tantangan tantangan yang bervariasi. Orang yang sehat didorong ke depan oleh suatu visi masa depan, dan visi itu menyatukan kepribadiannya dan membawa orang itu ke tingkat stress yang lebih tinggi.
Menurut Allport, kebahagiaan bukanlah suatu tujuan dalam diri, tetapi hasil sampingan dari integrasi kepribadian dalam mengejar aspirasi dan tujuan. Tujuan-tujuan yang dicita-ditakan oleh orang yang sehat pada hakikatnya tidak dapat dicapai. Orang-orang yang matang dan sehat tidak puas apabila dalam melakukan sesuatu hanya dalam taraf sedang atau memadai, mereka baru merasa puas apabila melakukan sesuatu dengan kemampuan maksimal mereka.

SC : Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar